Pagi tadi ini saya membaca artikel majalah wanita tentang menguatkan hati untuk memilih pasangan hidup…
Artikel itu mengingatkan saya akan diskusi dengan temen saya beberapa waktu yang lalu tentang cara menentukan pilihan qta menentukan dan memilih seorang pendamping hidup. Meskipun seorang wanita yang dikaruniai “sembilan perasaan dan satu pikiran” (suatu kalimat untuk wanita yang entah dari mana asalnya), wanita harus smart dalam menentukan dan memilih jodoh untuk mendampingi hidup qta dan berjuang menjalankan tugas qta sebagai seorang manusia yang terlahirkan di dunia.. sebagai khalifah di dunia.
Smart dari wanita adalah pertimbangan dalam menentukan dan memilih jodoh, yaitu:
1. Pikiran.
2. Hati
3. Perasaan
Pikiran, wanita harus smart menggunakan pikirannya dalam menentukan dan memilih jodohnya. wanita harus mempertimbangkan foktor-faktor real untungruginya memilih seseorang sebagai pendamping hidup. Cari yang sevisi dan semisi dengan jalan hidup qta.
Hati, wanita harus bertanya pada hati kecilnya yang cenderung berkata benar. Qta harus dapat membedakan antara suara hati qta dan hasrat yang cenderung bersifat ke arah nafsu. Disini harus ada komunikasi antara qta sebagai manusia dengan pemilik kehidupan ini, qta bisa mempertanyakan apakah jodoh qta adalah si A dengan sholat istikharah. Temukan suara hatimu…
Perasaan, pendamping hidup adalah seorang yang akan menemani qta selama sisa hidup qta. Dia tempat berbagi, curhat bagi qta. Dia harus dapat menerima qta dalam keadaan terpuruk sekalipun. Dia harus dapat menghibur disaat qta bersedih. Pun sebaliknya. Wanita harus mempunyai “rasa” terhadap pasangan yang akan dipilihnya.
Bismillahirrahmannirrahim… kumulai mempertimbangkan dan memilih… Kupertimbangkan dengan pikiran, hati dan yang terakhir perasaanku..
Semoga rahmad NYA selalu tercurahkan untuk qta semua.
Amien
… pertimbangan dalam menentukan dan memilih …
Kalau ada 3 kandidat (misal A, B, C), maka akan ada 4 pilihan, yaitu A atau B atau C atau tidak ketiganya.
Kalau ada 2 kandidat (misal A dan B), maka akan ada 3 pilihan, yaitu A atau B atau tidak keduanya.
Kalau hanya ada 1 kandidat (misal A), maka akan ada 2 pilihan, yaitu A atau bukan A.
Nah, timbul masalah baru, kalau tidak ketiganya, atau tidak keduanya, atau bukan A, lantas bagaimana cara mencari calon kandidat baru? hehehehe….. Mencari atau menunggu?
Katanya… jodoh itu merupakan salah satu hal yang sudah pasti, dicari atau tidak, ditunggu atau tidak, sudah ada ketetapan mengenainya. Dan dalam hal ini tidak berlaku batas ‘minimal’ (berbeda dengan konsep rejeki yang ada nilai minimalnya). Bener ndak to?
Lebih mudah mana, memilih satu di antara banyak pilihan, atau menentukan ‘YA’ atau ‘TIDAK’ dari satu pilihan yang ada?
Lho, ini komen kok isinya pertanyaan tok?
hehehe.. jadi menjadi soal kombinatorik nich…
Jodoh adalah pasti, karena dikatakan jodoh klo dah bener2 berjodoh alias dah merit…
Wanita harus smart tuk memilih dan mencari jodohnya…
Ya gak?
Wanita harus smart supaya dipilih
Lha kalo ga ada pilihan trus piye? Tapi mending ga ada pilihan deh, maksudnya cukup 1 aja, kalo lebih dari 1 mengko mundak bingung milih, apalagi kalo lebih dari 2, hehehe….
pasti ada yang milih lah